Kisah Mpok Mumun, dari Usia 60 Tahun Merintis Kuliner Betawi Modern yang Sukses
| Oleh-oleh khas Betawi buatan Mpok Mumun. |
JAKARTA SELATAN, SEMBILAN NEWS - Di tengah hiruk-pikuk akhir tahun di ibu kota, seorang ibu rumah tangga bernama Mpok Mumun berhasil mencuri perhatian dengan usaha oleh-oleh khas Betawi yang kini viral di kalangan anak muda Jakarta. Kisahnya yang penuh perjuangan dari nol hingga membuka toko fisik menjadi inspirasi bagi banyak UMKM kuliner di Jakarta, khususnya di kawasan Jakarta Selatan.
Cerita ini bermula ketika Mpok Mumun, seorang wanita berusia 62 tahun asal Jakarta Selatan, memutuskan memulai bisnis kuliner pada tahun 2023 setelah dua usaha sebelumnya gagal total akibat pandemi dan keterbatasan modal. Ia mengamati cerita anaknya yang bekerja di industri penerbangan, di mana penumpang sering mencari oleh-oleh khas Jakarta yang autentik tapi praktis dibawa pulang.
Dengan modal awal minim dari tabungan pribadi, Mpok Mumun mulai bereksperimen di dapur rumahnya di daerah Kebayoran Baru, menciptakan varian kue dan makanan ringan Betawi seperti bir pletok modern, kue rangi dengan kemasan kekinian, serta dodol Betawi rasa pandan yang dikemas vakum.
Usaha bernama "Oleh-oleh Jakarta Mpok Mumun" ini menawarkan produk kuliner Betawi kontemporer yang menggabungkan rasa tradisional dengan inovasi modern, seperti dodol rendah gula untuk pecinta kesehatan dan bir pletok instan siap seduh. Produk-produk ini dijual mulai Rp20.000 hingga Rp100.000 per kemasan, dengan penjualan harian mencapai ratusan unit melalui Shopee dan toko fisik baru di Pasar Santa, Jakarta Selatan.
Keunikan rasa autentik Betawi yang jarang ditemui di restoran baru seperti The Pandan Club atau Macanmacan Blok M membuatnya laris manis, terutama saat festival kuliner akhir tahun seperti Pekan Raya Jajanan Asia di K Mall.
Perjalanan sukses ini dimulai Juni 2023 dari dapur rumah Mpok Mumun di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pada Desember 2025 ini, toko fisik resminya dibuka di Pasar Santa tepat saat musim libur Natal dan Tahun Baru, beroperasi setiap hari pukul 08.00-22.00 WIB. Lokasi strategis dekat kawasan kuliner Blok M dan SCBD memudahkan akses bagi pekerja kantor dan wisatawan yang mencari suvenir kuliner Jakarta, sejalan dengan tren festival seperti Toffin Booth Camp di Blok M Hub.
Mpok Mumun (62 tahun), pemilik usaha yang kini mempekerjakan 8 karyawan, naik dari hanya 2 orang di awal. Mpok Mumun dan Chef Andi Susanto (45 tahun), pelatih kuliner Betawi dari komunitas UMKM Jakarta yang membimbingnya belajar digital marketing via Youtube dan Shopee. Mereka berbagi pengalaman bagaimana kolaborasi ini mengubah nasib usaha kecil menjadi hits.
Alasan utama kesuksesan adalah kegigihan Mpok Mumun belajar otodidak di usia lanjut, ditambah strategi diferensiasi produk seperti kemasan modern dan pemasaran digital yang menjangkau generasi Z. "Saya gagal dua kali sebelumnya karena tak paham pasar online, tapi sekarang dengan Shopee, omzet naik 300%," ujar Mpok Mumun saat ditemui di tokonya, Minggu (21/12/2025). Tantangan seperti keterbatasan modal diatasi dengan bergabung komunitas UMKM Jakarta, mirip kisah inspiratif pedagang legendaris lain di Jakarta yang bertahan 60 tahun.
Mpok Mumun memulai dengan riset sederhana, seperti mengunjungi pasar tradisional seperti Pasar Mayestik dan Blok M untuk catat resep asli Betawi dari pedagang senior. Ia bereksperimen ratusan kali di dapur, uji coba rasa dengan tetangga, hingga akhirnya produksi skala kecil. Belajar dari Youtube, ia bangun akun Shopee pada 2024, promosi via Instagram dengan foto-foto menarik yang menonjolkan cerita pribadi "Nenek Go Digital". Kini, produksi harian 500 kemasan dibantu 8 karyawan, dengan rencana ekspansi ke festival seperti Pesta Durian di Kota Kasablanka Desember 2025.
Dalam wawancara di toko Pasar Santa, Mpok Mumun berbagi, "Usia 60 bukan akhir, malah awal baru. Saya mulai dari nol, belajar jualan online sendirian via Youtube. Anak saya cerita penumpang pesawat suka oleh-oleh Jakarta, jadi saya ciptakan dodol Betawi vakum yang tahan sebulan. Sekarang, tiap hari habis 300 dus, anak muda beli karena Instagramable dan rasa asli nenek-nenek Betawi!" Ia menekankan pentingnya inovasi seperti "Jangan takut gagal, dua usaha saya sebelumnya tutup, tapi yang ketiga ini sukses karena riset dan digital. Omzet bulan ini Rp150 juta, Alhamdulillah bisa bantu karyawan dan sedekah ke panti asuhan."
Chef Andi, pelatih dari komunitas UMKM Jakarta menambahkan, "Mpok Mumun luar biasa, di usia segitu masih haus belajar. Saya ajari dia foto produk ala profesional dan algoritma Shopee. Resep Betawinya autentik, tapi kemasannya modern seperti restoran baru di Cipete. Ini bukti UMKM kuliner Jakarta bisa saingi tren seperti wagyu A5 di Ryujin. Saran saya, terus kolaborasi dengan festival akhir tahun untuk eksposur lebih luas."
Kisah Mpok Mumun selaras dengan maraknya festival kuliner Desember 2025 di Jakarta, seperti Pekan Raya Jajanan Asia di K Mall (18 Desember 2025-4 Januari 2026) yang sajikan 1.000+ varian Asia-Nusantara, atau Toffin Booth Camp di Blok M dengan 40+ brand. Inovasi seperti miliknya mendorong pelestarian kuliner tradisional di tengah restoran baru modern ala Peranakan di The Pandan Club. Bagi pelaku UMKM lain, cerita ini jadi motivasi, gabungkan tradisi dengan digital untuk bertahan di kota metropolitan.
Komentar
Posting Komentar