Kisah Mpok Mumun, dari Usia 60 Tahun Merintis Kuliner Betawi Modern yang Sukses Oleh-oleh khas Betawi buatan Mpok Mumun. JAKARTA SELATAN, SEMBILAN NEWS - Di tengah hiruk-pikuk akhir tahun di ibu kota, seorang ibu rumah tangga bernama Mpok Mumun berhasil mencuri perhatian dengan usaha oleh-oleh khas Betawi yang kini viral di kalangan anak muda Jakarta. Kisahnya yang penuh perjuangan dari nol hingga membuka toko fisik menjadi inspirasi bagi banyak UMKM kuliner di Jakarta, khususnya di kawasan Jakarta Selatan. Cerita ini bermula ketika Mpok Mumun, seorang wanita berusia 62 tahun asal Jakarta Selatan, memutuskan memulai bisnis kuliner pada tahun 2023 setelah dua usaha sebelumnya gagal total akibat pandemi dan keterbatasan modal. Ia mengamati cerita anaknya yang bekerja di industri penerbangan, di mana penumpang sering mencari oleh-oleh khas Jakarta yang autentik tapi praktis dibawa pulang. Dengan modal awal minim dari tabungan pribadi, Mpok Mumun mulai bereksperimen di dapur rumahnya...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kenapa Taman BXC Selalu Ramai namun Tetap Nyaman? Ini Faktanya Suasana ramai dan nyaman di taman Bintaro Jaya Xchange. TANGERANG SELATAN, SEMBILAN NEWS - Taman Bintaro Jaya Xchange, atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan taman BXC, menjadi salah satu ruang terbuka hijau favorit warga Kota Tangerang Selatan. Keberadaan taman ini tidak hanya berfungsi sebagai area rekreasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang aktif dan hidup setiap harinya. Hampir sepanjang waktu, mulai dari pagi, sore, hingga malam hari, kawasan taman BXC selalu dipadati oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas masyarakat di taman BXC terlihat beragam. Pada pagi hari, taman ini ramai dimanfaatkan warga untuk berolahraga ringan seperti jogging , berjalan santai, hingga melakukan peregangan. Memasuki sore hari, jumlah pengunjung semakin meningkat. Warga datang bersama keluarga, teman, maupun pasangan untuk bersantai, duduk di bangku taman, atau sekadar ber...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Perlintasan Kereta Api Liar di Simprug Masih Aktif Mardi (49), warga Simprug, yang menjaga perlintasan kereta api tidak resmi di Jalan Rawa Simprug III, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sejak dekade 90-an (16/10). JAKARTA SELATAN, SEMBILAN NEWS - Di tengah gencarnya upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) menutup perlintasan kereta api liar di wilayah Jabodetabek demi meningkatkan keselamatan perjalanan, sebuah perlintasan tidak resmi di Jalan Rawa Simprug III, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, justru masih aktif digunakan hingga hari ini. Terletak di jalur padat antara kawasan Senayan, Palmerah, dan Permata Hijau, akses ini menjadi andalan ratusan warga dan pengendara setiap hari sebagai jalur putar balik dan penyeberangan utama yang belum memiliki alternatif lain. Meskipun tidak memiliki palang resmi, rambu peringatan standar, serta penjaga dari PT KAI atau Dinas Perhubungan, perlintasan tersebut tetap beroperasi dengan pengamanan seadanya. Setiap kali kereta akan melintas, portal bam...